Malam penerimaan penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup kepada sekolah-sekolah SD,SMP,SMA dan SMK yang yang telah berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Aksi hijau festifal dalam rangka hari sejuta pohon

Aksi hijau yang melibatkan semua jajaran Instansi se-Kabupaten Pacitan. Tak mau ketinggalan, Bupati Pacitan Drs.H.Indartato juga ikut berpose bersama pahlawan hijau (paling kiri)

Gerakan Peduli Hutan (GPH) SMP Negeri 1 Pacitan

Siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler PMR berfoto bersama guru setelah kegiatan "rawat hutanku" selesai

Ruang terbuka hijau

Siswa, guru dan karyawan-karyawati SMP Negeri 1 Pacitan melaksanakan upacara bendera di ruang terbuka hijau sekolah (halaman sekolah.red)

Mengenalkan Adiwiyata sekolah ke yang terkecil

Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, and Recycle) oleh Duta adiwiyata SMP Negeri 1 Pacitan ke SD Baleharjo 2

15 September 2015

TARI BUJANG GANONG LUCU BANGET

11 September 2015

KEMERIAHAN 69 TAHUN, HUT SMP NEGERI 1 PACITAN


Dari Sampah Hingga Gaun Mewah



Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Pacitan mengikuti pawai kreatif. Acara digelar untuk memeriahkan ulang tahun sekolah yang jatuh tanggal 5 September. Rute yang dilalui kurang lebih 5 Km. Diawali dari depan sekolah, Jalan A.Yani,  Jalan S.Parman, Jalan M.T Haryono, Jalan Gatot Subroto dan kembali finish ke sekolah. Sebagai sekolah berbasis lingkungan, ulang tahun ini mengusung tema “Dengan Peringatan Hut SMP Negeri 1 Pacitan Yang Ke-69 Kita Tingkatkan Hidup Sehat Melalui Program Berserri (Bersih, Sehat, Rindang Dan Asri).”Barisan pawai  dimulai dari kelas VIIA hingga kelas IXI. Semangat dan kekompakan  tampak  terjalin di setiap kelas. Mereka saling berlomba untuk menjadi kelas yang ceria dan kompak. Peserta berlomba menghias diri dengan gaun-gaun mewah. Ups! Jangan salah sangka. Gaun yang mereka kenakan bukan dari bahan yang mahal, melainkan hasil kreatifitas siswa dari bahan bekas/ sampah diubah menjadi gaun-gaun indah dan mewah. 
Cahya Herlambang,S.Pd,M.M.Pd,  selaku kepala sekolah SMP Negeri  1 Pacitan mengatakan, “Apa yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 1 Pacitan ini nuansanya sangat kental dengan Adiwiyata dalam bentuk Reduce, Reuse dan Reciycle sesuai dengan tema ulang tahun kali ini. Kita sebagai sekolah penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri tetap berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan dengan mengedepankan pendidikan berwawasan lingkungan dan kepedulian lingkungan.”

Pawai kreatif dengan gaun mewah dari bahan sampah
Sepanjang jalan, siswa tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel dan Mars SMPN 1 Pacitan, Mars Adiwiyata dan lagu-lagu gubahan siswa sendiri. Keletihan tak tampak jelas di wajah mereka karena betul-betul memaknai peringatan ulang tahun sekolah tercinta. “Bagi kami acara ini sangat menyenangkan dan kami puas bisa menuangkan ide-ide kreatif kelas, membangun kerja sama dan kekompakan kelas. Wah pokoknya heboh deh!” ungkap Agustin Dwinurcahyani peserta dari  kelas IX G.
Sementara itu, Muhammad Qeis Alfarizi selaku ketua OSIS berpendapat, “Kegiatan pawai kreatif ini pada hakikatnya untuk menunjukkan sikap kepedulian dan cinta siswa pada sekolahnya. Sikap peduli ini ditunjukkan dengan antusiasnya seluruh siswa dalam mengikuti semua kegiatan.”   

Tari Bujang Ganong
Katman,S.Pd, selaku ketua panitia menambahkan,” Sikap peduli siswa ini adalah bukti penanaman pendidikan karakter yang terbangun dari akar sekolah kita yang berbasis Pendidikan karakter. Sebagai sekolah penerima Anugrah Widya Pakerti Nugraha ini sudah semestinya  selalu mengembangkan sikap-sikap positif pada siswa  SMP N 1 Pacitan.” Acara berakhir dengan pengundian doorprize.  Adapun doorprize diperoleh dari berbagai sumber, yaitu sekolah, dari sumbangan guru dan karyawan dan dari berbagai donatur.  Di tengah- tengah acara digelar gempita tari Bujang Ganong oleh penari berbakat, Jarwanto Adi Saputra,9G dan belasan penari lainnya  di halaman depan sekolah. Kelincahan dan banyolan sang penari mampu menyedot animo penonton.
Selain kegiatan pawai kreatif, pada tanggal 3-4 September sekolah juga mengadakan lomba permainan tradisional, seperti lempar bola dalam keranjang, memasukkan paku dalam botol beregu dan lain- lain yang berlangsung seru dan meriah.Kegiatan religius tampak juga pada tanggal 4  September dengan digelarnya sholat isyak dan sujud syukur serta pemotongan tumpeng yang diberikan oleh Tukilal Iro Subekti, salah satu mantan Kepala sekolah ke Cahya Herlambang, kepala SMP N 1Pacitan. Paginya dilakukan juga anjangsana ke beberapa mantan guru dan mantan kepala sekolah. “Tujuan diadakan anjangsana  ini adalah untuk menjaga tali silaturrahmi,  nyuwun pangestu mudah-mudahan SMP 1 Pacitan tetap menjadi yang terbaik dalam segalanya, dan agar kaum muda tidak melupakan bahwa keberadaan sekolah ini karena jasa-jasa para perintis terdahulu.” ungkap Retno Palupi,M.Pd, selaku Humas SMPN 1 Pacitan. 
Pemotongan (buceng.red java)/ tumpeng
Kegiatan bakti sosial juga digelar yaitu pengiriman baju layak pakai dan   air bersih ke daerah Godeg Wetan dan Godeg Kulon Desa Jetak  kecamatan Tulakan serta ke desa Sidomulyo dan Hadiluwih kecamatan Ngadirojo. (Sri Hartati,M.Pd, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Pacitan)

05 Agustus 2015

LOMBA SISWA BERPRESTASI TINGKAT SMP SE- KABUPATEN PACITAN

Haidar Candra saat mengikuti tes akademik
Mungkin sebagian besar siswa tidak tahu mengenai ajang pencarian siswa prestasi, lomba yang konon paling bergengsi ditingkat kabupaten dan provinsi setelah FLS2N dan O2SN. Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan ini diklaim mampu meningkatkan kualitas pendidikan disekolah-sekolah, dapat menjadi tolak ukur dan mencari bibit generasi unggul,berkarakter yang dapat digunakan sebagai contoh siswa di Kabupaten Pacitan. Mekanisme lomba yaitu tiap sekolah dalam jenjang pendidikan tertentu mengirimkan putra putri terbaiknya, yang selanjutnya akan diseleksi berdasarkan peraturan lomba. Lomba terdiri dari 3 babak, diantaranya babak tes akademik, tes bakat dan wawancara. Pada kesempatan kali ini SMP Negeri 1 Pacitan mengirimkan dua siswanya yang diharapkan mampu menembus kejuaraan. Haidar Candra dan Sekar Arum Srigati, nama inilah yang dipercaya sekaligus mewakili sekolah untuk maju dalam ajang Lomba Siswa Prestasi.

Sekar Arum ber-pose saat mengikuti tes bakat
Menurut Kun Widyawati, S.E.,M.Pd sebagai guru bahasa inggris di SMP Negeri 1 pacitan sekaligus selaku pembina dalam ajang ini menuturkan bahwa Lomba Siswa Prestasi ini tidak hanya siswa yang berlomba bahkan, gurunya serasa ikut lomba. Memang semua tergantung oleh siswa, namun yang terpenting lagi bagaimana sekolah mencari kandidat terbaik, lebih lagi tata cara membina siswa tersebut agar lebih termotivasi. Sehingga secara tidak langsung sekolah satu dengan yang lain akan berlomba - lomba untuk meningkatkan  kualitas anak didiknya baik dari akademi maupun non akademik. Akankah SMP Negeri 1 mendapat juara? kita lihat diTKP...

03 Agustus 2015

PENGHARGAAN UNTUK SANG JUARA TAHUN 2015

27 Juli 2015

JUKNIS MASA ORIENTASI SISWA (MOS / MOPDB) SD, SMP, SMA / SMK TAHUN PELAJARAN 2014 – 2015

JUKNIS MASA ORIENTASI SISWA (MOS / MOPDB) SD, SMP, SMA / SMK TAHUN PELAJARAN 2014 – 2015


Masa Orientasi Siswa diperuntukan bagi peserta didik baru SD, SMP, SMA, SMK dengan mengikut sertakan siswa yang lain, Kepala Sekolah, dan Guru, serta Staf Karyawan sekolah.

Setiap jenjang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan sebelumnya, kekhususan ini merupakan hal yang wajar dan memang harus dilalui. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan cara-cara penyampaian bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pertumbuhan fisik dan mental psikologis peserta didik.
Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu disempurnakan dan diubah dengan cara belajar yang baru yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sesuai perkembangan fisik dan mental psikologis peserta didik.
Berkenan hal tersebut, maka penyelenggaraan MOS perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang menjadi pilihannya untuk menuntut ilmu, sekaligus sebagai upaya mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan barunya.
Dasar hukum diadakannya MOS diantaranya : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Standar pengelolaan Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, dan Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008 tentang kegiatan MOS
Tujuan diadakannya MOS :
1.   Membentuk karakter peserta didik dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme;

2.  Memberikan kesan kepada peserta didik tentang kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya;

3.   Membantu peserta didik baru untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidik di SD, SMP, SMA dan SMK sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif;

4.   Memahami kehidupan sekolah yang baru, terutama bagi peserta didik baru dalam upaya pengenalan dan pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala;

5.   Memotivasi peserta didik baru agar tumbuh dan memiliki kepercayaan diri sehingga mempunyai keberanian mengungkapkan pendapat serta aktif dalam kegiatan yang positif dan kontruktif;

6.   Menanamkan rasa bangga peserta didik baru terhadap almamaternya, sehingga akan timbul rasa memiliki, dan mampu berinteraksi dengan berbagai unsur dan  komponen sekolah yang pada akhirnya akan berimbas pula terhadap pemahaman untuk melaksanakan semua aturan dan norma yang diterapkan di sekolah dengan baik.
Prinsip-prinsip Penyelenggaraan MOS :
Penanggung jawab MOS adalah Kepala Sekolah dengan Penanggung jawab teknis/lapangan :
-  SD adalah Guru Penjasorkes atau Guru yang ditugasi oleh Kepala Sekolah,

-    SMP adalah Wakil Kepala Sekolah atau Kepala Urusan Kesiswaan,

-    SMA, SMK adalah Waka Kesiswaan
Hari-hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan MOS bagi peserta didik SMP, SMA, SMK sedangkan bagi peserta didik baru SD diisi kegiatan pengenalan lingkungan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif dan konstruktif serta tidak diperbolehkan mengarah pada kegiatan destruktif dan atau kegiatan yang dapat merugikan peserta didik baik secara fisik maupun psikologis.
Kegiatan MOS harus dilandasi prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, meriah, dan mencerdaskan.
Penyampaian materi dalam MOS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah, dan tidak diperbolehkan melakukan perpelocoan dalam bentuk apapun.

Tema MOS :
“PENGUATAN KURIKULUM 2013 UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENYIAPKAN GENERASI UNGGUL”
Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) :
1.  Materi Wajib :





f.    Kepramukaan.

g.   Pembinaan Mental Keagamaan.

h.  Untuk SD, hari pertama masuk diisi pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman pembentukan karakter dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme, salah satunya dalam bentuk menghafal lagu-lagu wajib/perjuangan.
2.  Materi Pilihan :

b.   Sosialisasi Dampak Merokok;

c.   Sosialisasi Dampak Narkoba, HIV dan AID’S;



f.    Lomba Kreatifitas Bidang Seni;

g.   Lomba Kreatifitas Bidang Olahraga;

h.   Leadership (Kepemimpinan);

i.    Perkenalan dengan kakak kelas/guru/karyawan;

j.    Kegiatan sosial / mengunjungi ke panti asuhan / panti jompo / panti rehabilitasi sosial, dan bakti sosial;

k.   Pengenalan Kegiatan Ekstrakurikuler;

l.    Lain-lain (sesuai dengan kondisi sekolah).
Selama kegiatan MOS berlangsung, Kepala Sekolah dibantu Kepala Urusan Kesiswaan (SMP), Waka Kesiswaan (SMA/SMK), atau Guru yang ditunjuk Kepala Sekolah (SD), harus memantau, mengendalikan, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip penyelenggara MOS.

03 Juni 2015

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PPDB JALUR PMDK TAHUN 2015/ 2016










30 Mei 2015

SBY KESMP NEGERI 1 PACITAN, ADIWIYATA SEKOLAH TAMPILKAN DIRI

"Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang dari Bogor Saya bisa sampai diKota kelahiran, ndesaku biyen". itulah sekilas kata dari SBY setelah masuk dikawasan SMP N 1 Pacitan. Dalam kunjungannya SBY disekolah ini, SBY disambut oleh marchingband sekolah dan tentunya produk unggulan Adiwiyata sekolah. yaitu cake dari bekatul, nugget bekatul dan masih banyak yang lainnya.


KERJA BAKTI ADIWIYTA

Penanaman pengetahuan berwawasan lingkungan dapat menggunakan aksi sosial, salah satunya kerja bakti. Dengan kerja bakti warga sekolah terutama siswa akan lebih mengerti tentang arti pentingnya mencintai lingkungan


07 Oktober 2014

Sejarah Sekolah Adiwiyata

A. Gambaran Umum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Indonesia.
Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. Sampai dengan berakhirnya tahun 2007, proyek PKLH telah berhasil mengembangkan SBL di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) dan 2 Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG).
Prakarsa Pengembangan Lingkungan Hidup juga dilakukan oleh LSM. Pada tahun 1996/1997 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan yang beranggotakan LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup. Hingga tahun 2010, tercatat 150 anggota Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL, perorangan dan lembaga) yang bergerak dalam pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup. Sedangkan tahun 1998 – 2000 Proyek Swiss Contact berpusat di VEDC (Vocational Education Development Center) Malang mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Menengah Kejuruan melalui 6 PPPG lingkup Kejuruan dengan melakukan pengembangan materi ajar PLH dan berbagai pelatihan lingkungan hidup bagi guru‐guru Sekolah Menengah Kejuruan termasuk guru SD, SMP, dan SMA.
Pada tahun 1996 disepakati kerjasama pertama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, yang diperbaharui pada tahun 2005 dan tahun 2010. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tahun 2005, pada tahun 2006 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Program ini dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.
Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia. Dari keadaan tersebut di atas, sebarannya sebagaian besar di pulau Jawa, Bali dan ibu kota propinsi lainnya, jumlah/ kuantitas masih sedikit, hal ini dikarenakan pedoman Adiwiyata yang ada saat ini masih sulit diimplementasikan.
Dilain pihak Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, belum dapat menjawab kendala yang dihadapi daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata. Hal tersebut terutama kendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta, sistem evaluasi dokumen dan penilaian fisik . Dari kendala tersebut diatas, maka dianggap perlu untuk dilakukan penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata 2012 dan sistem pemberian penghargaan yang tetap merujuk pada kebijakankebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud. Oleh karenanya diharapkan sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.
Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.
B. Pengertian dan tujuan Adiwiyata
ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
C. Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata
Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
D. Komponen Adiwiyata :
Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
E. Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata
  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  2. meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  4. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
F. Target Pencapaian Program Adiwiyata sampai dengan 2014
Sebagai upaya menanamkan nilai budaya dan peduli lingkungan di sekolah yang lebih banyak di wilayah Indonesia, maka perlu ditetapkan sebuah target pencapaiannya. Target pencapaian jumlah sekolah Adiwiyata dari tahun 2012 sampai tahun 2014 adalah 6.480 sekolah sebagaimana Tabel 1 berikut ini :
Informasi lebih lanjut : Unduh artikel dibawah ini
Sumber : http://www.menlh.go.id/informasi-mengenai-adiwiyata/
FINAL ISI,  25 Januari 2012 (pdf)

30 September 2014

PENGUMUMAN SEKOLAH PENERIMA PENGHARGAAN ADIWIYATA PROVINSI TAHUN 2013

DAFTAR SEKOLAH ADIWIYATA PROVINSI 2013 :

1 SMAN 3 KABUPATEN BANGKALAN
2 SMAN 1 KABUPATEN BANYUWANGI
3 SDN MODEL BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI
4 SMP NEGERI 1 KABAT KABUPATEN BANYUWANGI
5 MI NEGERI TEGALASRI KABUPATEN BLITAR
6 MI MIFTAHUL HUDA GOGODESO KABUPATEN BLITAR
7 SMP NEGERI 2 WLINGI KABUPATEN BLITAR
8 MTS NEGERI LANGKAPAN KABUPATEN BLITAR
9 SD NEGERI SRENGAT 01 KABUPATEN BLITAR
10 MTS NEGERI GANDUSARI KABUPATEN BLITAR
11 SMP NEGERI 4 KABUPATEN BOJONEGORO
12 SMA NEGERI 1 PRAJEKAN KABUPATEN BONDOWOSO
13 SMK NEGERI 1 KABUPATEN BONDOWOSO
14 SMP NEGERI 7 KABUPATEN BONDOWOSO
15 SMA NEGERI 1 KEDAMEAN KABUPATEN GRESIK
16 SMP MAMBAUL ULUM KABUPATEN GRESIK
17 SMK NEGERI 1 CERME KABUPATEN GRESIK
18 SMP NEGERI 1 SIDAYU KABUPATEN GRESIK
19 SMP NEGERI 1 MANYAR KABUPATEN GRESIK
20 SMA NEGERI 1 CERME KABUPATEN GRESIK
21 SMP NEGERI 3 PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG
22 SMA NEGERI 3 KABUPATEN JOMBANG
23 SMK NEGERI 3 KABUPATEN JOMBANG
24 SMP NEGERI 1 KABUPATEN JOMBANG
25 SMP NEGERI 1 WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG
26 MTS NEGERI TAMBAKBERAS KABUPATEN JOMBANG
27 SD MIAGAN KABUPATEN JOMBANG
28 UPTD SMP NEGERI 3 PARE KABUPATEN KEDIRI
29 SMA NEGERI 1 MANTUP KABUPATEN LAMONGAN
30 SD NEGERI JATIREJO KABUPATEN LAMONGAN
31 SMA NEGERI 2 KABUPATEN LAMONGAN
32 SMA NEGERI YOSOWILANGUN KABUPATEN LUMAJANG
33 SMK NEGERI PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG
34 SD NEGERI KEPUHARJO 02 KABUPATEN LUMAJANG
35 SMA NEGERI 1 NGLAMES KABUPATEN MADIUN
36 SMA NEGERI 1 SUKOMORO KABUPATEN MAGETAN
37 SMK NEGERI 1 BENDO KABUPATEN MAGETAN
38 SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG
39 SD ISLAM AL AKBAR KABUPATEN MOJOKERTO
40 SMP NEGERI 1 NGORO KABUPATEN MOJOKERTO
41 SMP NEGERI 1 GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO
42 SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK
43 SD ALAM PACITAN KABUPATEN PACITAN
44 SMP NEGERI 1 KABUPATEN PACITAN
45 SMP NEGERI 1 PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN
46 SMA NEGERI 1 BANGIL KABUPATEN PASURUAN
47 MA NEGERI 1 BANGIL KABUPATEN PASURUAN
48 SMK NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN
49 SMA NEGERI 1 PANDAAN KABUPATEN PASURUAN
50 SMP NEGERI 2 WINONGAN KABUPATEN PASURUAN
51 SD NEGERI 3 TRISONO BABADAN KABUPATEN PONOROGO
52 SD NEGERI 3 BANGUNSARI KABUPATEN PONOROGO
53 SMP NEGERI 3 KABUPATEN PONOROGO
54 SMA NEGERI 1 KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
55 SMA NEGERI 1 GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO
56 SMP NEGERI 1 SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO
57 SMP BHAKTI PERTIWI KABUPATEN PROBOLINGGO
58 SMP NEGERI HANGTUAH 5 CANDI KABUPATEN SIDOARJO
59 SMA NEGERI 2 KABUPATEN SITUBONDO
60 SD NEGERI KALIANGET BARAT KABUPATEN SUMENEP
61 MTS NEGERI TERATE PANDIAN KABUPATEN SUMENEP
62 SMP NEGERI 2 KABUPATEN TRENGGALEK
63 MA NEGERI RENGEL KABUPATEN TUBAN
64 SMK NEGERI 1 KABUPATEN TUBAN
65 SD NEGERI KEBONSARI 1 KABUPATEN TUBAN
66 SDIT AL USWAH KABUPATEN TUBAN
67 SMP NEGERI 6 KABUPATEN TUBAN
68 SMP NEGERI 2 KABUPATEN TUBAN
69 SMK NEGERI 3 BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
70 SMP NEGERI 1 KABUPATEN TULUNGAGUNG
71 SMP NEGERI 1 GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG
72 SDN TEMAS 1 KOTA BATU
73 SMK NEGERI 1 KOTA BLITAR
74 MA NEGERI 3 KOTA KEDIRI
75 SMA NEGERI 3 KOTA MADIUN
76 SD NEGERI 02 MADIUN LOR KOTA MADIUN
77 SMP NEGERI 13 KOTA MADIUN
78 SMP NEGERI 3 KOTA MADIUN
79 SMA NEGERI 7 KOTA MALANG
80 SMK NEGERI 2 KOTA MALANG
81 SD PLUS AL KAUTSAR KOTA MALANG
82 SD NEGERI SUKUN 1 KOTA MALANG
83 SMP NEGERI 10 KOTA MALANG
84 SMP NEGERI 14 KOTA MALANG
85 SMP NEGERI 4 KOTA MOJOKERTO
86 SMA NEGERI 4 KOTA PASURUAN
87 SMA NEGERI 1 KOTA PASURUAN
88 SD NEGERI MANDARANREJO I KOTA PASURUAN
89 SD NEGERI TAPAAN 1 KOTA PASURUAN
90 SMP NEGERI 5 KOTA PASURUAN
91 SMP NEGERI 6 KOTA PASURUAN
92 SD NEGERI PEKUNCEN KOTA PASURUAN
93 MA NEGERI 2 KOTA PROBOLINGGO
94 SDK MATERDEI KOTA PROBOLINGGO
95 SD NEGERI KEDUNGASEM 4 KOTA PROBOLINGGO
96 SD ISLAM TERPADU AL USWAH KOTA SURABAYA
97 SD NEGERI RUNGKUT MENANGGAL I KOTA SURABAYA
98 SMA NEGERI 13 KOTA SURABAYA
99 SMP NEGERI 36 KOTA SURABAYA
100 SMP KATOLIK STANISLAUS KOTA SURABAYA
101 SMP NEGERI 28 KOTA SURABAYA

Sumber :FORUM ADIWIYATA JATIM

27 September 2014

Bahan Ajar Pendidikan Lingkungan Hidup

923150_10200870515392629_2071872508_n
PLH merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendidikan lingkungan hidup mempelajari permasalahan lingkungan khususnya masalah dan pengelolaan pencemaran, kerusakan lingkungan serta sumber daya dan konservasi.
Perubahan lingkungan semakin cepat terjadi, berbagai bencana datang silih berganti, sungguh merupakan fenomena yang menyentak pemikiran kita. Beberapa musibah bencana disebabkan oleh penurunan kualitas lingkungan, menjadikan kita berpikir kebelakang dan menghubungkan kejadian tersebut dengan proses pendidikan yang diterapkan. Musibah hutan gundul yang menyebabkan erosi dan longsor mengakibatkan banyak korban dikarenakan longsoran menimpa kawasan permukiman padat, permasalahan polusi udara di kota besar dikarenakan banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, sikap penduduk yang masih membuang sampah sembarangan, dan masih banyak penyimpangan perilaku yang dapat menurunkan kualitas lingkungan.

Tim Adiwiyata SMP Negeri 1 Pacitan. Diberdayakan oleh Blogger.